Minggu, 24 Mei 2009

pasangan huruf ke tiga















kucari pasangan huruf ke tiga di tengah belantara
agar sempurna lingkaran menjelma

di sana...
di detik-detik waktu yang terus bergerak
di bolak-balik hati yang senantiasa berdetak
di rintihan dahan yang semakin berderak
di rimbunan daun yang kian berserak
di sorot matahari yang semakin memuncak
di alir air mata yang tak henti riak
di pekik takbir yang kian tersorak
di tabir kamar yang makin terkuak

lalu sebuah seru lamat-lamat menepi
hey, aku ada di sini:
di dalam hati!!!

Rabu, 20 Mei 2009

ikhwan (lelaki) pilihan
















saya dapatkan sajak ini dari sini, semoga saya bisa menjadi lelaki seperti ini


Lelaki tangguh, tak cukup dengan bahunya yang kekar,

sehingga perempuan nyaman bersandar.

Lelaki tangguh, adalah lelaki dengan jiwa yang tegar,

sehingga perempuan percaya tuk turut berlayar.

Lelaki tampan, tak cukup hanya dengan wajahnya yang rupawan,

sehingga perempuan menjadikannya impian.

Lelaki tampan, adalah lelaki dengan keindahan ahlaq cerminan iman,

sehingga perempuan merasa aman, merasa nyaman menjalani kehidupan.

Lelaki cerdas, tak cukup dengan memiliki kecerdasan intelegensi yang tinggi,

hingga perempuan merasa diri berbangga hati.

Lelaki cerdas, adalah lelaki yang paham hakikatnya terlahir di bumi,

hingga perempuan tenang menapaki perjalanan, merangkai cinta yang tak bertepi.


Selasa, 19 Mei 2009

di tanduk bumi
















terbujur di sudut waktu
sepucuk ilalang menanti dalam sendu
mencari angin yang akan menghantar rindu
menerbangkan cita ke langit biru

tetapi matahari terlalu gagah
angin yang ditunggu tergontai lemah
rindu yang dihantar jatuh ke tanah
cita yang terbang sayapnya terpatah

nun jauh di sini
aku duduk di tanduk bumi

aku ingin

ini sajak favorit saya, dari Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

PULANG KAMPUNG

ini sajak milik Jafar Fakhrurozi. saya ambil dari Republika, Minggu 4 Januari 2009

aku selalu rindu kampung
rindu rumah dan sangkar walet
sepasang sahabat yang teduh
kami karib setiap kali hujan

aku selalu rindu sawah
rumah bagi segala gundah
anak-anak lumpur yang galau
menangis tersengat semut api

aku rindu irama malam
riang anak-anak mengaji di surau
anak-anak qur’an yang lugu
melantunkan nyanyian malam

ah, aku benar-benar rindu
memutar lagu-lagu itu